Kamis, 25 April 2013

Galau pasti berlalu part 3



   
        Aku menyadari kau tak seperti dulu lagi. Kau berbeda. Tak ada lagi kau, alasan yang selalu membuat seulas senyum terurai dibibirku. Tak ada lagi kau, yang menjadi pencipta semangatku ketika putus asa. Kini, tak akan adalagi candaan konyol yang selalu kau lontarkan dalam bentuk pesan singkat, tak akan adalagi suara lembut  yang bergema lewat telepon. Tak akan adalagi kau yang menemani hari-hariku untuk membuat kenangan baru.
    Kenangan itu berhenti tercipta saat kau mulai sibuk bersama yang lain, wanita baru yang lebih menarik perhatian mu, wanita yang mampu memalingkan hatimu, wanita yang begitu beruntung memenangkan cintamu. Wanita yang secara tidak langsung merampas kebahagiaanku.
Tidakkah kau sadar arti senyumku selama ini? Tidakkah kau sadar arti perhatianku selama ini? Tidakkah kau paham apa arti pengorbananku selama ini? Tidakkah kau merasakan deras aliran darahku ketika kita bersentuhan? Ketika tanganku dan tangan mu saling berjabat. Ketika matamu dan mataku saling menatap.
    Kini kau pergi, seolah tak pernah terjadi apa-apa. Memang tak terjadi apa-apa. Dan tidak akan pernah terjadi apa-apa, itulah seharusnya. Semoga kau bersama wanita yang tepat. Wanita yang mampu mengasihimu, melebihi kasihku padamu. Aku selalu menghargai setiap waktu kebersamaan kita, waktu yang setiap detiknya kuhabiskan untuk menatap bebas garis wajahmu. Waktu yang selalu ku manfaatkan untuk menghafal lekuk senyum mu. Kebiasaan yang tak lagi bisa  kulakukan setelah kau bersamanya. 
    Merelakan kepergianmu tak pernah terbayangkan, kau pergi tanpa membawa hatiku. Tapi kau meniggalkan hatimu bersamaku. Aku akan selalu merindumu, tawamu, candamu, desah nafasmu, dan semua tentang mu tak pernah kecil dimataku. Setiap inci pergerakan mu selalu terekam dalam memoriku.


 Tuhan, ajarkan aku menjadi wanita yang ikhlas!   



“TIDAK SEMUA YANG AKU TULIS ITU ADALAH KENYATAAN, 
NAMUN TIDAK SEMUA YANG AKU TULIS ITU, JUGA ADALAH KARANGAN.”

                                     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar