Kamis, 25 April 2013

Galau pasti berlalu part 5


                                            
    Akhir-akhir ini aku merasa ada sepasang bola mata yang selalu mengekori langkahku. Mata yang tak pernah berhenti memancarkan sinarnya, mata yang begitu berbinar kala berjalan seiring dengan senyum. Mata yang menyimpan begitu banyak misteri tak terjawabkan. Mata yang sanggup meluluhkan semua panca indraku.
Aku tidak sedang berimajinasi, aku tau sepasang mata itu nyata. Aku tau mata itu diam-diam mengikuti setiap inci pergerakanku. Aku tau, sering kali dia mencoba menyapa, tapi tak terhiraukan olehku. Aku bukan tidak mendengarnya. Hanya saja, terkadang bibir ini terasa kelu untuk menjawabnya. 
Entah sudah berapa banyak luka yang sepasang mata itu telah perbuat, sehingga bibir ini begitu kelu untuk berucap meski hati sudah meronta ingin menjawabnya. Aku sama sekali tak bermaksud mengacuhkanmu. Namun, terkadang waktu membuatku terlihat bodoh. Memperlihatkan kebodohanku dihadapanmu, dengan terus menerus membohongi perasaan ini.
Maafkan keegoisanku yang  tak bernalar. Bukan maksudku untuk berubah,hanya saja waktu dan status telah merentangkan jarak diantara kita. Jarak yang telah di isi oleh dirinya. Maafkan aku yang selalu memintamu untuk tetap seperti dulu, meski aku tau tidak mungkin.
Jadi, jangan pernah tanyakan mengapa senyumku tak seperti dulu lagi. Karna jawabannya hanya 1. KAMU.



“TIDAK SEMUA YANG AKU TULIS ITU ADALAH KENYATAAN, 
NAMUN TIDAK SEMUA YANG AKU TULIS ITU, JUGA ADALAH KARANGAN.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar