Kau berjalan gontai ke arahku, berdiri tepat
dihadapanku. Saat mataku dan matamu saling berbicara akan Apa yang
dikatakan oleh hati. Pipiku mulai basah, kau menghapusnya. Tapi tanganmu
yang satunya lagi tetap memegang koper dengan erat. Ingin rasanya aku
membuang jauh benda itu, benda yang akan menemanimu sampai ditempat
tujuan. Sedangkan aku? Hanya mampu duduk terpatung menunggumu. menepiskan segala rindu yang mengepul dalam oxigen yang ku hirup.
“TIDAK SEMUA YANG AKU TULIS ITU ADALAH KENYATAAN,
NAMUN TIDAK SEMUA YANG AKU TULIS ITU, JUGA ADALAH KARANGAN.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar